Tampilkan postingan dengan label day3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label day3. Tampilkan semua postingan

BUDIDAYA TANAMAN SELADA (Bagian 4)


(Lanjutan)

Hari ini, selada yang saya tanam berusia 21 HST.  Sedikit flashback minggu lalu, tanaman selada sempat mengalami layu kemungkinan salah satunya dikarenakan hujan deras yang bisa dibilang sering.

Tanaman selada perlu adanya perawatan, diantaranya penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan dua kali sehari bila tidak ada hujan yaitu pagi dan sore. Tidak direkomdasikan penyiraman yang dilakukan pada siang hari, karena suhu pada siang hari itu lumayan tinggi sehingga ketikan dilakukan penyiraman pada tanaman, tanaman akan mengalami stress dan layu.

Tanaman selada yang sudah berusia 2 minggu, dapat diberi pupuk susulan apabila tanaman kurang subur. Tidak diberikannya pupuk susulan, kemungkinan salah satu penyebab tanaman selada pada minggu lalu kurang mengalami pertumbuhan yang signifikan dan layu. Oleh karena saya tidak memiliki pupuk, saya mensiasatinya dengan pemberian EM4 langsung pada tanaman. 


Manfaat EM4 (tercantum dalam kemasan produk) diantaranya
  1. Memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah
  2. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
  3. Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organic tanah dengan cepat (bokashi)
  4. Menyediakan unsuk hara yang dibutuhkan tanaman
  5. Meningkatkan keragaman mikroba di dalam tanah
Manfaat EM4 dengan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi secara langsung berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Sifat tanah yang semakin baik, maka unsur hara dan mikroorganisme pada tanah akan beragam sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman. Dosis yang diberikan pada saat penyiraman usia 14 HST yaitu 1-2 liter/ha dilarutkan dalam air 100-200 liter. Penyiraman dengan campuran EM4 dilakukan setiap 1-2 minggu sekali pada tanah dan tanaman.


Setelah dilakukan penyiraman dengan campuran EM4, keesokan harinya tanaman terlihat segar. Pada usia 21 HST, tanaman selada memiliki tinggi tanaman 7-8 cm. Hingga saat ini tanaman tidak terserang hama maupun penyakit, pun dengan gangguan gulma.
Nantikan pertumbuhan tanaman selada ku selanjutnya 😍

Zohratun Firdaus
[1177060096]

BUDIDAYA SAYURAN CAISIM ALA RUMAHAN PART 3

Gimana guysss.. #dirumahaja nya masih menyenangkan ? atau sudah mulai bosan rebahan mending ikutin kegiatan aku yang bermanfaat yu. Bertanam sayuran ala rumahan. Karena selain menambah waktu luang juga bermanfaat produktif guys
Seperti yang sudah dibahas minggu kemaren guys. Sekarang bertanam caisim part 3 yaitu melanjutkan dari budidaya caisim ala rumahan kemarin. Karena minggu kemaren tanaman caisim sudah besar. Hari ini kita lakukan pindah tanam guys. Agar tanaman tidak terlalu rapat dan kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi guys..
Tanaman dipindah tanamkan pada media tanah yang sudah tercampur dengan pupuk kandang guys. Dipindahkan perpolybag dua tanaman agar ketika tanaman satu tidak tumbuh masih ada yang lainnya. Tetapi lebih bagus keduanya tumbuh ketika dirawat kedua-duanya.

Tanaman yang sudah dipindah tanam



Yeayyy... Tanaman nya udah geude guysss... #dirumahaja nya pasti bermanfaat dengan bertanam sayuran caisim ala rumahan ini guyss... Yu ikutann☺️

Perkembangan Tanaman Kacang Panjang(Vigna sinensis (L.) Yang Dibudidayakan Pada Skala Rumahan



         Dalam melakukan budidaya tanaman, syarat tumbuh dan teknik budidaya merupakan aspek yang sangat penting bukan??.. nah sekarang kita akan membahas bagaimana petumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang yang dibudidayakan dengan skala rumahan.
Budidaya kacang panjang dilakukan pada luas lahan 1m x 1m dengan jarak tanam 40cm x 30cm. sehingga dapat diketahui jumlah populasi kacang panjang pada luasan lahan tersebut  yaitu 9 populai. Jumlah populasi dapat kita hitung dengan rumus Luas lahan : jarak tanam. Maka dapat diketahui 10000 cm:120cm = 8,3. Dibulatkan menjadi 9 populasi tanaman. Pada saat awal budidaya pengolahan lahan dilakukan dengan dicangkul untuk menggemburkan tanah yang disiapkan sebagai media tanam yang akan digunakan. Setelah pengolahan lahan selesai. Lahan yang akan ditanami tersebut diberi pupuk kandang yang sudah dicampur dengan sekam padi dengan perbandingan 1: 1. Pada literature dosis pupuk kandang yang baik untuk penanaman kacang panjang adalah 10 ton/ ha, sehingga untuk luasan lahan 1m x 1m diperlukan pupuk kandang sebanyak 1kg atau 1000 gram. Penanaman dilakukan dengan memasukan benih kacang panjang pada setiap lubang tanam yang telah dibuat yang kemudian lubang tanam itu ditutp lagi dengan tanah tipis. Pada 3 HST tanaman kacang panjang sudah mulai berkecambah dan ada beberapa yang belum tumbuh. Kemudian pada 6 HST tinggi tanaman rata rata 2.8-3.5 cm dan helaian daun sebanyak dua pada setiap tanamannya. Selain itu pada 6 HST juga dilakukan penyulaman untuk tanaman yang belum berkecambah. Dan pada usia tanaman kacang panjang 14 HST, dilakukan pengamatan kembali dengan parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman dan jumlah helaian daun. Hasil pengamatan yang diperoleh pada 14 HST yaitu:

Tanaman ke-
Tinggi tanaman (cm)
Jumlah daun(helai)
1
20,5
2
2
23.5
5
3
17.3
2
4
27.1
5
5
26
6
6
20
5
7
27.5
5
8
29.8
5
9
16
5



Setiap segala sesuatu yang dilakukan pasti terdapat hambatan atau kendala yang dihadapi dan pada budidaya yang dilakukan di rumah dengan menanam tanaman kacang panjang terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti ilmu yang terbatas, rute perjalanan yang lumayan susah untuk ditempuh dari rumah ke toko atau tempat yang menjual alat alat dan bahan pertanian sehingga untuk membeli kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang panjang juga terhambat, selain itu keadaan cuaca yang tidak menentu seperti turun hujan setiap hari pada waktu sore yang menyebabkan beberapa tanaman terutama bagian daun mengalami kerusakan. Jika terjadi hujan pada hari itu maka tanaman kacang panjang tidak dilakukan penyiraman. Karena setiap hal yang kita lakukan atau berikan tidak boleh berlebuhan:) Begitupun dengan tanaman, karena pada saat air hujan turun tanaman telah mendapatkan kebutuhan air dari air hujan tersebut bahkan mungkin lebih dari cukup.


Lampiran




Siska Agustin

1177070078


“PERAWATAN BABY KANGKUNG”


Halo sobat muda tani,


     Sobat tani muda, sekarang temen temen merasakan gimana was-wasnya kita sama dunia luar, tentu saya pun deperti itu jangan lupa jaga kesehatan makan yang banyak cuci tangan berkala ya, karena saya sendiri sedang tidak sehat. Padahal sudah menerapkan hidup sehat tetapi tetap aja ada celah untuk penyakit masuk, salah satunya nyamuk. Oke kalian tetep harus sehat.
Minggu kemarin kita udah tau bagaimana cara pindah tanam, cara menyiram dan merawat baby kangkung, sekarang baby kangkung sudah mulai tumbuh sudah jadi balita tentu setiap fase ada hal yang berbeda di lakukan, tetapi untuk sekarang saya hanya merawat baby kangkung saja dengan di siram air setiap 2x sehari. Baby kangkung sudah mulai rimbun pada polybag. Begini nih penampakan baby kangkung kita.
   



     
Baby kangkung sekarang sudah berumur 12HST dan daun dia sudah mulai tubuh nih, dan sekarang daun pada kangkung sudah lumayan panjang seneng ya dengernya baby kangkung tumbuh dengan baik. Tetapi ada hal yang kurang sepertinya, baby kangkung sudah bukan baby lagi sekarang dia sudah balita hehe, dan balita tentunya butuh makanan yang banyak sehingga salah satu hal yang belum terlaksana yaitu memberi makanan tambahan buat si baby. Makanan tambahan apa itu? Nah minggu depan saya akan memberi baby kangkung asupan dari pupuk, hanya pupuk yang digunakan masih rahasia nih, jadi tunggu aja kelanjutan artikel ini di minggu depan. Stay tune and stay health.
Luvvv!!!
Sindy Ersa Syifa
1177060077

SUDAH SEBESAR APA TANAMANKU YAA ?!

SUDAH SEBESAR APA TANAMANKU YAA ?! :))

Hallo gaiss !! Emm udah minggu ke- 3 yakk, waduu gak kerasa yahh. Yak balik lagi bersama ULI hehe. Kali ini aku mau lanjutin laporan budidaya tanaman aku yang minggu kemaren. Yuhuu udah kayak gimana yaa minggu sekarang ketiga ini kira- kira? Ehe. Yaudah deh kita lihat yukk tanama kangkung dan cabe nya aku udah seperti apa yaaa. Ini diaaa :)



Gambar 1. Kangkung di Minggu ke- 3 Setelah Tanam

Yapp temen- temen Alhamdulillaah yaa kangkung aku lebih keliatan perkembangannya, meskipun gak terlalu signifika, tapi daunnya sudah mulai banyak, minggu kemarin cuma ada 4 daun, dan sekarang udah 6 daun, ukurannya pun mulai besar . Dan tingginya sudah mencapai 11 cm. Alhamdulillaah, penasaran banget udah besarnya kayak apa hehe.


Gambar 2. Cabe di Minggu ke- 3 Setelah Tanam

Nah kalo untuk tanaman cabe ulii, udah nambah juga nih daunnya, cuma keliatannya ada satu daun yang kena penyakit :( sedih banget yaa dan tinggi tanamannya pun belum terlalu jauh sama minggu kemarin. Tapi do’ain yaa insyaa Allaah cabe nya jadi tanaman yang bagus nantinya :) Aamiin....

Oke gak banyak sih laporan untuk perkembangannya sekarang, karena sedang menunggu tanamannya tumbuh besar. Gasabar aja pingin panen haha. Tapi sambil nunggu, gak lupa selalu dirawat yaa, setiap hari disiram dan kalo ada gulma, kita bersihin, terus kalo ada daun yang kena penyakit kita cabutin biar gak ganggu ke tanamannya.

Yak teman- teman, sekian dulu laporan dari Uli, see you di minggu selanjutnya yaa, kita lihat perkembangannya bagaimana ! Babayy :))


Yuliana Sari

1177060092

Sudah mulai produktif nih, Yuk tingkatkan lagi dan berbagi kisahnya




Sudah mulai produktif nih, Yuk tingkatkan lagi dan berbagi kisahnya

Nama              : Robin
NIM                 : 1177060069
Jurusana         : Agroteknologi-6C
Mata Kuliah   : Budidaya Tanaman Hortikultra
Email               : cobingeh@gmail.com


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Apakabar sob? Udah mulai sibuk nih yah hihi
Alhamdulillah mudah-mudahan sudah mulai produktif nih yah dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaatnya. Aamiin
Teruslah jadi orang berguna sob yang bermanfaat bagi saudara-saudaramu, karena Nabi Muhammad Saw berkata katanya sebaik-baiknya manusia itu adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Wahh.. wahh.. MasyaAllah menebar kebermanfaat itu sangat indah yah sob ketika kita menjalaninya dengan ikhlas, dan pernah ga sih sob menyadari ketika memiliki suatu masalah yang cukup menguras pikiran kemudian tak tahu harus menyelesaikannya seperti apa. Tiba-tiba tak di sangka-sangka masalah tersebut ada aja solusinya ada keajaiban-keajaiban yang di luar logika kita. Pernah ngalamin itu sob?? Yaaa.. percayalah dan yakinlah bahwa keajaiban-keajaiban itu ada ketika kita suka menolong orang sob, suka menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.. pun termasuk pada makhluk Allah juga sob seperti tumbuhan dan hewan .. nahh jadi janganlah bosan menjadi orang yang bermanfaat yah sob.. teruslah tebar kebaikan sebanyak mungkin tingkatkan lagi. Dan jangan lupa berbagi kisah positif, itu juga salah satu hal penebar kebaikan juga sob, yang dapat menginspirasi dan memotivasi orang lain, ketika orang tersebut melihat aktivitas yang dapat memicu semangatnya. Nahh di sini juga saya akan melaporkan progres (bisa dibilang berbagi kisah sih hehe) mengenai budidaya tanaman yang saya tanam Minggu kemaren sob.. masih ingatkan hihi.
Tau gak sih sob. Menanam tumbuhan itu perlu kesabaran dan perhatian lebih sob. Widihh.. widihh.. ketumbuhan aja sampai kayak gini yah sob apa lagi pada manusia hihi. Tapi bener sob memang perlu ada kesabaran dan perhatian lebih, kenapa?? Karena kita sabar menunggu merawatnya dengan menyirami setiap hari, kemudian memperhatikan kondisi keadaannya. Ketika ada suatu hal yang dapat menggangu pertumbuhan si tanaman itu, maka kita harus mencegahnya sob. Organisme pengganggu tanaman ini memang dapat mengambat pertumbuhan tanaman seperti terdapat gulma dan hama penyakit. Sudah tahu sob, apa itu gulma dan hama penyakit?? Pasti sudah tahu kan.. hehe. Ok saya mencoba mengingatkan nya lagi deh sob.
1.      Gulma
       Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya yang tumbuhannya tidak diketahui dan umumnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhannya, mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi dan dapat menjadi sarang hama dan penyakit. Gulma harus segera ditanggulangi pertumbuhannya agar tidak berkembang pesat. nah di bawah ini adalah gambar kondisi dimana tanaman saya ada gulmanya sob.

Gulma rerumputan

Cara mengatasi gulma itu ada beberapa hal yang harus kita pahami sob.
1.      Pengendalian gulma secara mekanik, yaitu dengan menggunakan alat (seperti mencabut gulma)
2.      Pengendalian gulma secara fisik yaitu tanpa menggunakan alat (seperti melakukan jarak tanam)
3.      Pengendalian secara biologis, yaitu dengan memanfaatkan serangan musuh alami
4.      Pengendalian secara kimia, yaitu menggunakan bahan-bahan kimia (seperti pestisida)

Nahh sob sebenarnya ada 7 mengenai mengendalikan organisasi pengganggu tanaman (ppt) ini, tapi mohon maaf hanya 4 yang di jelaskannya. Akan tetapi yang perlu sobat garis bawahi ialah penggunaan pengendalian secara kimia itu ialah solusi terakhir loh jika melihat kaidah-kaidah dari perlindungan tanaman tersebut. Ketika memang opt ini sudah tidak bisa dikendalikan secara apapun maka pengendalian secara kimia lah solusinya. Akan tetapi juga terkadang masyarakat saat ini ingin memilih yang instan tidak ribet, maka masyarakat langsung menggunakan solusi yang terakhir yaitu pengendalian secara kimia tanpa mencoba menggunakan pengendalian-pengendalian yang sangat ramah lingkungan.
2.      Hama
      hama adalah hewan yang biasanya menyerang atau menganggu tanaman, sehingga tanaman tersebut tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal dan dapat merusak produksi juga.

Hama Laba-laba
3.      Penyakit
       Penyakit pada tumbuhan adalah gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme berupa virus, bakteri, fungi (jamur), protozoa (hewan bersel satu), dan cacing nematoda yang dapat merusak produksi juga.

Penyakit Layu Tanaman


Gampang gampang susah ternyata :D (Budidaya Bawang Daun part#3)


Budidaya Tanaman Bawang Daun #part3

Assalamualaikum teman-teman ..
Bagaimana kabarnya ? semoga selalu dalam lindungan Allah yaa, Aamiin …
Waahh selama kita #dirumahaja, enggak terasa sebentar lagi sudah masuk bulan Ramadhan yaa, sucikan hati, bersihkan diri. Marhaban ya Ramadhan teman-teman ..

Nah disini aku mau menyambung dari postingan-postingan aku 2 minggu kebelakang yaitu tentang budidaya tanaman bawang daun, sudah sampai manakah pertumbuhannya ? pemeliharaan apasajakah yang sudah dilakukan ?
Oke kita bahas sekarang ,..

Ternyata mudah mudah susah ya dalam menanam bawang daun, apalagi dalam kondisi seperti ini yang selalu hujan deras, yang menyebabkan ada saja hambatan dalam proses budidaya tanaman bawang daun ini.

Ada beberapa tanaman bawang daun aku yang gak tumbuh berkembang lagi, oleh karena itu pada minggu ini aku harus melakukan penyulaman.
Penyulaman ? yups, jadi jika terdapat bibit yang tidak tumbuh (mati) maupun busuk dapat dilakukan penyulaman. Penyulaman yaitu proses mengganti bibit yang mati dengan yang baru. Penyulaman dilakuakan tidak lebih dai 15 hari setelah tanam, agar pertumbuhannya seragam dan memudahkan pemeliharaaan tanaman berikutnya. Waktu penyulaman yang paling baik yaitu pagi hri atau sore hari. Bibit sulaman disiram hingga tanahnya cukup basah (lembab).
Nah itu dia tanaman hasil penyulaman, disini aku sengaja tidak menyamakan dengan tanaman tanaman sebelumnya yang ujung tanamannya dipangkas 2/3 bagian, tujuannya aku ingin membandingkan hasil dari bibit yang dipotong ujungnya dengan yang tidak. Karena pada musim hujan terus yang yang seperti bibit yang awalnya dipotong sebagian besar mengalami pembusukan ataupun kering dibagian ujungnya.

Pada bibit penyulaman ini hasil pertumbuhannya yaitu tinggi tanamannya sekarang sudah mencapai 42 cm, dan disini aku enggak hanya nanem 1 batang saja melainkan langsung 4 batang, dimana sekarang pertumbuhan banyak daunnya masing masing batang yaitu 4 daun, dan memiliki diameter batang yang berbeda-beda .

Pada tanaman awal juga masih ada nih tanaman aku yang masih bertahan sampai sekarang,
Sudah banyak pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang terlihat, yaitu dari tinggi tanaman tersebut yang setiap minggu semakin bertambah, tinggi tanaman ku yang satu ini sudah mencapai 36,5 cm, dengan jumlah daun 7 yang awalnya hanya 1, dan diameter batangnya sekarang adalah 1,3 cm.

Pada musim hujan, tanaman bawang daun lebih rentan terserang penyakit dibandingkan hama, salah satu contohnya yaitu tanaman terserang penyakit busuk daun dan penyakit Antraknose seperti gambar dibawah ini :
·       -  Penyakit busuk daun (Peronospora destructor (Berk) Casp)
Penyakit ini merupakan penyakit yang sulit dikendalikan, karena faktor utama dan mudahnya berkembangnya penyakit busuk daun yaitu musim hujan, terutama bila suhu malam hari rendah dan lembab. Penyebab penyakit ini adalah cendawan.
·         - Penyakit Antraknose (Collectoctrichum gloesporioides Penz)
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang dikenal sebagai penyakit “otomatis”, karena tanaman yang sakit pasti akan mati. Gejala serangannya adalah daun-daun bawah rebah akibat pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak.

Nah itu dia pertumbuhan dan kendala yang aku alami selama kurang lebih 3 minggu ini dalam menanam bawang daun. Mudah mudah susah ya ternyata dalam memelihara tanaman bawang daun :D, tapii itu semua jangan membuat kita putus asa atau merasa gagal, justru dari itu kita akan menambah ilmu, pengalaman dan tahu bagaimana cara pengendaliannya.

Tetap semangat ya teman-teman ..
Cukup sekian postingan aku untuk pertumbuhan minggu ini ..
See you ..


Wina Permata Dewi
1177060086