Tampilkan postingan dengan label 1177060078. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1177060078. Tampilkan semua postingan

Mengetahui perkembangan dan pertumbuhan tanaman kacang panjang Vigna sinensis (L.) yang dibudidayakan pada skala rumahan


Mengetahui perkembangan dan pertumbuhan tanaman kacang panjang Vigna sinensis (L.) yang dibudidayakan pada skala rumahan

setiap minggunya Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan bukann?? Nah.. begitu pula dengan tanaman. Jika tanaman itu masih hidup, maka ia akan terus tumbuh dengan tinggi dan berkembang sesuai dengan metabolisme nya masing masing. Vigna sinensis (L.) atau sering kita kenal dengan kacang panjang adalah sayuran yang kaya akan gizi dan memiliki rasa yang enak serta  sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman kacang panjang merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan pada skala rumahan. Tetapi… tetap harus diperhatika syarat tumbuh dan teknik budidaya nya yaaa;). Karena sertiap tanaman juga memerlukan kenyamanan dan perlakuan yang baik untuk melangsungkan kehidupannya. Disini saya akan membahas perkembangan dan pertumbuhan serta menceritakan apa yang terjadi pada tanaman kacang panjang yang berusia 20 hari setelah tanam. Tanaman kacang panjang tumbuh dengan baik pada minggu minggu awal. Pada pengamatan 14 HST kondisi tanaman baik baik saja hanya saja karena di daerah tempat tinggal saya lagi musim hujan jadi tanaman kacang panjang mendapat penyiraman dari air hujan sehingga kita tidak bisa mengatur banyak sedikitnya air yang diberikan kepada kacang panjang. Hasil pengamatan pada tanaman kacang panjang yang berusia 20 HST yaitu:
Tanaman ke-
Tinggi tanaman(cm)
Jumlah daun(helai)
1
26
5
2
36.5
6
3
28
3
4
28.5
6
5
30
6
6
21.5
7
7
30.5
6
8
32.5
7
9
26.5
8

Perawatan tanaman dan pengendalian OPT adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam proses budidaya yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal karena pada saat kita melakukan proses budidaya pasti terdapat beberapa kendala. Salah satu kendala yang terjadi adalah adanya serangan OPT yang menyebabkan tanaman jadi rusak dan proses metabolisme nya terganggu. Pengamatan tanaman yang dilakukan pada tanggal 29 April 2020 terdapat kerusakan pada daun tanaman kacang panjang yang menyebabkan daun layu dan mudah rontok. Kerusakan pada daun tersebut menyebabkan proses fotosintesis pada tanaman terganggu bahkan terehambat dan jika terus terjadi akan menyebabkan kematian pada tanaman. Iyaa… kerusakan pada daun tanaman kacang panjang terjadi karena ada serangan berupa gigitan serangga yang menyebabkan daun menjadi bolong bolong. Setelah ditelusuri dan diamati ternyata serangga tersebut berupa semut hitam.
            Semut merupakan jenis serangga dengan jumlah spesies dan individu yang sangat besar. Semut memegang banyak peranan di alam, baik yang bermanfaat maupun yang merugikan tergantung pada kondisi lingkungan tempat hidupnya. Semut hitam biasanya keluar dari sarangnya pada waktu pagi dan sore hari ketika suhu tidak terlalu panas. Semut akan menuju pucuk pucuk tanaman untuk mendapatkan cahaya matahari sambil melakukan aktivitasnya. Akan tetapi pada siang hari ketika suhu udara sudah mulai panas, semut akan bersembunyi pada tempat-tempat yang terlindung dari sengatan sinar matahari secara langsung

Lampiran
 














Siska Agustin
1177060078

Perkembangan Tanaman Kacang Panjang(Vigna sinensis (L.) Yang Dibudidayakan Pada Skala Rumahan



         Dalam melakukan budidaya tanaman, syarat tumbuh dan teknik budidaya merupakan aspek yang sangat penting bukan??.. nah sekarang kita akan membahas bagaimana petumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang yang dibudidayakan dengan skala rumahan.
Budidaya kacang panjang dilakukan pada luas lahan 1m x 1m dengan jarak tanam 40cm x 30cm. sehingga dapat diketahui jumlah populasi kacang panjang pada luasan lahan tersebut  yaitu 9 populai. Jumlah populasi dapat kita hitung dengan rumus Luas lahan : jarak tanam. Maka dapat diketahui 10000 cm:120cm = 8,3. Dibulatkan menjadi 9 populasi tanaman. Pada saat awal budidaya pengolahan lahan dilakukan dengan dicangkul untuk menggemburkan tanah yang disiapkan sebagai media tanam yang akan digunakan. Setelah pengolahan lahan selesai. Lahan yang akan ditanami tersebut diberi pupuk kandang yang sudah dicampur dengan sekam padi dengan perbandingan 1: 1. Pada literature dosis pupuk kandang yang baik untuk penanaman kacang panjang adalah 10 ton/ ha, sehingga untuk luasan lahan 1m x 1m diperlukan pupuk kandang sebanyak 1kg atau 1000 gram. Penanaman dilakukan dengan memasukan benih kacang panjang pada setiap lubang tanam yang telah dibuat yang kemudian lubang tanam itu ditutp lagi dengan tanah tipis. Pada 3 HST tanaman kacang panjang sudah mulai berkecambah dan ada beberapa yang belum tumbuh. Kemudian pada 6 HST tinggi tanaman rata rata 2.8-3.5 cm dan helaian daun sebanyak dua pada setiap tanamannya. Selain itu pada 6 HST juga dilakukan penyulaman untuk tanaman yang belum berkecambah. Dan pada usia tanaman kacang panjang 14 HST, dilakukan pengamatan kembali dengan parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman dan jumlah helaian daun. Hasil pengamatan yang diperoleh pada 14 HST yaitu:

Tanaman ke-
Tinggi tanaman (cm)
Jumlah daun(helai)
1
20,5
2
2
23.5
5
3
17.3
2
4
27.1
5
5
26
6
6
20
5
7
27.5
5
8
29.8
5
9
16
5



Setiap segala sesuatu yang dilakukan pasti terdapat hambatan atau kendala yang dihadapi dan pada budidaya yang dilakukan di rumah dengan menanam tanaman kacang panjang terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti ilmu yang terbatas, rute perjalanan yang lumayan susah untuk ditempuh dari rumah ke toko atau tempat yang menjual alat alat dan bahan pertanian sehingga untuk membeli kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang panjang juga terhambat, selain itu keadaan cuaca yang tidak menentu seperti turun hujan setiap hari pada waktu sore yang menyebabkan beberapa tanaman terutama bagian daun mengalami kerusakan. Jika terjadi hujan pada hari itu maka tanaman kacang panjang tidak dilakukan penyiraman. Karena setiap hal yang kita lakukan atau berikan tidak boleh berlebuhan:) Begitupun dengan tanaman, karena pada saat air hujan turun tanaman telah mendapatkan kebutuhan air dari air hujan tersebut bahkan mungkin lebih dari cukup.


Lampiran




Siska Agustin

1177070078

Budidaya Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis (L.) Pada Skala Rumahan Ternyata Lebih Cepat Tumbuh


Budidaya Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis (L.) Pada Skala Rumahan Ternyata Lebih Cepat Tumbuh

Dalam melakukan budidaya tanaman, teknik budidaya yang dilakukan harus tepat dan benar selain itu syarat tumbuh bagi tanaman juga perlu diperhatikan. Kenapa?? Karena pada saat kita melakukan budidaya tanaman tanpa memperhatikan syarat tumbuhnya dan teknik budidaya yang kita lakukan kurang tepat maka hasil tanaman yang didapatkan tidak optimal bahkan kemungkinan akan terjadinya gagal panen. Kacang panjang  (Vigna sinensis (L.) merupakan tanaman semak, menjalar, semusim dengan tinggi kurang lebih 2,5 m. Batang tanaman ini tegak, silindris, lunak, berwarna hijau dengan permukaan licin. Daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau. Bunga tanaman ini terdapat pada ketiak daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu. Buah tanaman ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya tunggang berwarna coklat muda.
Tanaman kacang panjang sudah banyak digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sayur atau campuran lalapan bersama dengan timun dan kemangi. Kacang panjang sudah banyak digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sayur atau campuran lalapan bersama dengan timun dan kemangi. Tidak hanya memiliki rasa yang lezat, kacang panjang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Pada kesempartan kali ini, saya akan membahas bagaimana cara menenanam kacang panjang yang hasilnya dapat kita konsumsi ataupun dijual mengingat kacang panjang memiliki nilai jual yang cukup bagus. Kacang panjang pada umumnya ditanam di musim hujan, namun bukan berarti kacang panjang tidak cocok untuk ditanam pada musim kemarau, hanya saja biasanya kacang panjang digunakan sebagai alternatif menanam di saat tanaman lain kurang cocok dengan musim hujan seperti cabai dan melon.
Untuk mendapat hasil yang optimal sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang terpenting disini adalah bagaimana cara menanam dan merawat tanaman kacang panjang supaya mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Dalam teknik budidaya terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Diantaranya yaitu:
  1.      Mempersiapkan lahan: dalam budidaya tanaman pada skala rumahan, lahan yang akan digunakan sebagai media tanam bisa menggunakan polybag ataupun lahan dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Luas lahan untuk menanam tanaman kacang panjang yang saya gunakan yaitu 1m x 1m atau 100cm x 100cm dengan pengolahan lahan yang dilakukan yaitu dengan cara dicangkul sampai tanah gembur. Kemudian lahan yang akan ditanami tersebut ditaburi pupuk dasar berupa kotoran kambing dan sekam padi dengan perbandingan 1:1
  2.      Pemilihan bibit kacang panjang: penulis menggunakan benih untuk budidaya kacang panjang. Benih kacang panjang tidak perlu disemai terlebih dahulu. Benih sudah dapat ditanam pada area lahan yang telah dipersiapkan.
  3.     Penanaman : menanam kacang panjang baiknya dimulai pada awal musim penghujan agar tanaman kacang panjang yang baru ditanam dapat mendapatkan suplay air yang cukup. Selain itu penanaman dilakukan dengan memasukan 2 benih pada setiap lubang tanam yang telah dibuat dengan jarak tanam 30x40cm
  4.      Selanjutnya setelah melakukan penanaman, tanaman kacang panjang dirawat dengan baik seperti melakukan penyulaman, penyiangan, pemupukan, penyiraman, pengendalian OPT, dan lain sebagainya.

 Tanaman kacang panjang yang dibudidayakan pada skala rumahan ini ditanam pada tanggal 9 April. Dan benih kacang panjang sudah mulai berkecambah pada 3 HST. Penanaman dilakukan setelah sebelumnya mencoba menanam tanaman kangkung dan beberapa kali telah melakukan penyulaman hanya saja terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penanaman kangkung tidak bisa dilanjutkan. Selain keadaan benih kangkung yang sudah tidak bagus lagi karena mungkin sudah terlalu lama dalam penyimpanan dan keadaan cuaca yang tidak mendukung seperti terjadi hujan setiap harinya sehingga benih kangkung susah untuk berkecambah dan tumbuh. Untuk perkembangan tanaman kacang panjang sendiri, sampai saat ini yaitu 6 HST tanaman sudah mulai tumbuh dengan jumlah daun rata rata dua helai dan tinggi tanaman 2,8 cm


Siska Agustin
1177060078

BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT (ipomea reptans poir) SKALA RUMAHAN


Tanaman kangkung (ipomea reptans) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak ditanam oleh para petani baik dengan skala kecil ataupu besar untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pertumbuhan ekonomi masyarakat sangat ditentukan oleh upaya peningkatan produktifitas komoditas pertanian. Komoditas sayuran sangat penting untuk dibudidayakan di Indonesia karena merupakan komoditas yang memiliki potensi unggul sebagai bahan makanan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarkat serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Komoditas sayuran semakin penting karena berkenaan pula dengan kecenderungan peminat yang semakin tinggi setiap tahunnya, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia. Komoditas sayuran sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan pendapatan para petani jika dilakukan budidaya tanaman dengan teknik yang baik dan tepat (Darwis dan Muslim, 2013). Salah satu komoditas sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia adalah tanaman kangkung. Tanaman kangkung tergolong jenis sayuran yang sangat populer dalam masyarakat. Tanaman ini berasal dari india yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, Cina Selatan, Australia dan bagian negara Afrika. Kangkung yang dikenal dengan nama latin (Ipomoea reptans ) terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung darat (Ipomea reptans poir) dan kangkung air (Ipomoea aquatica). Perbedaan utama dua jenis kangkung ini adalah pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung darat berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih. Sedangkan kangkung air daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar (Haryoto, 2009).

Varietas tanaman kangkung yang dibudidayakan di rumah dengan pengkonsepan sederhana merupakan tanaman kangkung darat (Ipomea reptans poir). Pengolahan lahan merupakan salah satu langkah awal yang harus dilakukan dalam melakukan budidaya sebelum melakukan penanaman, pengolahan lahan dilakukan dengan membersihkan rerumputan yang ada di atas lahan yang akan digunakan dengan menggunakan kored. Setelah lahan yang akan digunakan bersih dari rerumputan atau gulma yang tumbuh, lahan dicangkul menggunakan cangkul dengan membentuk sebuah bedengan yang berukuran 400cm x 75 cm atau 4mx 0.75m. setelah membentuk sebuah bedengan, lahan diberi pupuk kandang sebanyak 6kg dengan komposisi pupuk yaitu kotoran kambing yang dicampur sekam padi dengan perbandingan 1:1.

Anjuran penggunaan pupuk kandang untuk tanaman kangkung menurut literature yaitu 20 ton/ha, maka jika pada luasan lahan 4mx0.75m yaitu:
20 ton = 20000 kg, 1ha = 10000
20000 kg/10000m*X*x/3 m, X=60000 kg/10000m* 6kg/3m
Pupuk kandang ditabur diatas bedengan yang akan ditanami kangkung darat, kemudian diaduk atau diratakan menggunakan cangkul. Setelah pemberian pupuk selesai, bedengan ditugal menggunakan tugal manual(kayu) untuk membuat lubang tanam. Jarak tanam pada tanaman kangkung yaitu 15cmx15cm dan setiap lubang tanam di beri benih 2-3 benih, lubang tanam yang telah di beri benih ditutup kembali. Perkembangan tanaman kangkung dalam kurun waktu 5 hari yaitu terdapat beberapa tanaman kangkung yang sudah tumbuh dengan tanaman yang paling tinggi adalah 3cm.

Tanaman kangkung tergolong jenis sayuran yang sangat populer dalam masyarakat. Kangkung dapat di tanam di dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian, syarat tumbuh teknik budidaya, dan pemeliharaan tanaman kangkung tetap harus diperhatikan, karena tanaman akan menghasilkan hasil yang baik atau optimal jika syarat tumbuh nya terpenuhi, teknik budidayanya dilakukan dengan benar dan tepat, serta pemeliharaan yang dilakukan juga maksimal.


Siska Agustin 
1177060078

Referensi :
Djuariah, D. 1997. Evaluasi plasma nutfah kangkung di dataran medium Rancaekek. Jurnal
Hortikultura 7(3):756-762.
Hartiningsih. 1982. Daya hasil lima varietas kangkung dan produksi benihnya. Buletin Penelitian Hortikultura IX(4):25-29.