Tampilkan postingan dengan label 1177060073. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1177060073. Tampilkan semua postingan

YANG KUAT YANG MENANG

Hola milenials~

Alhamdulilaah udah masuk bulan Ramadhan lagi :')
Gimana shaum nya? lancar kan?
Eh tapi taneman kalian ga ikut shaum juga kan? ya jangan lah ya~

Oke di artikel kali ini kita kan tetap bahas tanaman, bukan bulan Ramadhan :'

Masih inget bayamku yang akur dengan daun bawang?
Alhamdulillah pertumbuhannya sangat bagus, bayam kah ataupun daun bawangnya.
Ini buktinya..
Ada kabar duka teman-teman, salah satu daun bawangku gugur sebelum waktunya ): karena penyakit busuk daun :'

Jadi beberapa waktu kemarin, di daerah rumah ku sering kali hujan. Dan tanaman ku selalu terkena cipratannya, sampai akhirnya daun bawang itu ga mampu lagi menyimpan air yang melimpah dan akhirnya busuk, layu kemudian mati ):

Oya ada satu polybag lagi yang aku tanami bayam..
Tapiii polybag ini sengaja aku buat kerapatannya tinggi aka gada proses penjarangan, niatnya si buat membandingkan hasilnya gitu loh hehe

Naah ini penampakan dari atasnya, sangat berbeda ya

Jadi temen-temen, di polybag dengan kerapatan tinggi pertumbuhannya relatif lebih lama karena banyak hal. Salah satunya adalah tidak optimalnya proses fotosintesis karena saling menghalangi satu sama lain. Selain itu juga adanya kompetisi antar tanaman. Yups, bukan cuma manusia aja yang berkompetisi, tapi tanaman juga..


Bisa dilihat yaa perbedaannya~ tanaman yang dilakukan proses penjarangan tumbuh dengan optimal, yaa walaupun kurang tinggi sih :' Sedangkan di polybag satunya, perbedaannya sangat ketara bukann? Ada yang tinggi banget, tinggi aja, sampe kecil banget bahkan baru kecambahan :') Nah ini menunjukan adanya kemampuan tanaman yang berbeda-beda dalam menyerap unsur hara. Sehingga pertumbuhannya tidak merata.

Jadi dari sini kita bisa ambil hikmahnya, sejatinya semua makhluk hidup itu memiliki kapasitas dan kemampuannya masing-masing. Oleh karena itu teruslah berjuang dan jangan lupa syukuri apa yang kamu miliki~

Oke see u next time, milenials :)

Saniya Rozanah Khoiriyyah
1177060073

RUKUN YA SAMA TETANGGA :)


Hola petani milenial~
Gimana kabar tanaman kalian di rumah? Semoga selalu sehat dan tumbuh dengan baik, seperti yang ngerawat :3
Oke, sesuai perjanjian kemarin aku akan sedikit bahas soal tanaman yang gabisa rukun dengan tetangganya. (kalian jangan gitu ya dear)

Ada beberapa tanaman yang jika ditanam harus dengan pola monokultur atau harus satu jenis karena gabisa bersahabat dengan tanaman lain.
Kenapa ya bisa gitu??
Karena ternyata tanaman tersebut memiliki salah satu senyawa toksik bagi lingkungan sekitarnya. Senyawa itu dikenal dengan nama Alelopati.
Alelopati ini merupakan senyawa kimia baik aktif maupun pasif yang dikeluarkan bagian tanaman sehingga mempengaruhi organisme lain di sekitarnya. Nah intinya, dengan adanya senyawa alelopati yang dikeluarkan suatu tanaman dapat mengganggu pertumbuhan bahkan mematikan tanaman di sekitarnya.
Tapi tenang, ga semua tanaman memiliki senyawa ini ko. Alelopati ini hanya ada di beberapa tanaman khusus yang Allah pilih. Contohnya adalah pohon pinus (Pinus merkusi).
Pernah ga kalian ngeliat tanaman lain tumbuh disebelah pinus? Belum kan? Kecuali di jarak ±1.5m baru deh ada yang tumbuh. Nah itu disebabkan adanya alelopati yang dikeluarkan oleh pinus sehingga tanaman lain tidak bisa menyerap hara dan akhirnya mau tidak mau harus gugur.

Gimana sih cara toksiknya alelopati ini? Kalo soal ini kamu bisa cari tau lebih lanjut ya~ hehe

Nah setelah kemarin aku memindahkan beberapa bayam ke polybag berisi bawang daun, ternyata tidak ada pengaruhnya sama sekali – mereka tumbuh dan berkembang dengan baik- alhamdulillah~
Jadi terbukti kalau bawang daun dan bayam sama-sama tidak memiliki senyawa alelopati, so kamu bisa tenang untuk menyatukan mereka di satu rumah, eh polybag maksud ku

bayam dan bawang daun tumbuh rukun :)

Jadii temen-temen sebelum menggabungkan tempat tinggal tanaman (baca: polybag), cari tau dulu sifat masing-masing tanaman ya~ biar ga saling toksik 😊

Oke see u next time

Saniya Rozanah Khoiriyyah
1177060073

KITA PISAH AJA YA?!


Apa yang pisah? Ko dipisah? Kan gaenak kalo dipisah?!

Haloo semuanya~
Saatnya kita belajar bertani lagi :3

Sekarang tanaman yang kutanam sudah 14 HST loh 😊 dan alhamdulillah tanamannya tumbuh dengan baik, yaa walupun ada beberapa yang baru berkecambah :’ gapapaa semua punya waktunya masing-masing~
Tanamanku sudah muncul daun sejatinya, yippi~ welcome baby~

Tanaman ku 14 HST

Oke karena tanamanku sudah cukup tinggi, jadi ada yang harus kita lakukan selaku pembudidaya. Apa tuh??
Hal yang harus dilakukan adalah pemisahan setiap tanaman. Walupun disini ada kata tidak mengenakan (baca: pisah), kata ini di konteks tersebut bukan konotasi negative. Karenaa pemisahan disini dimaksudkan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal..
Gamau kann tanaman yang kamu tanam gabisa tumbuh sempurna? :’

Proses ini dikenal dengan “penjarangan”
“Penjarangan adalah sebuah proses pemisahan tanaman dengan jarak tertentu”
Proses penjarangan ini dilakukan untuk menghindari terhambatnya pertumbuhan tanaman. Apalagi untuk tanaman daun kaya bayam, gamau kann tanamannya berdaun kecil?


Nah disini aku memindahkan sebagian tanaman ke polybag baru, yang sebelumnya aku tanam bawang daun, yaa sambil mennyelam minum air lah ya hehe

baby bayam dan bawang daun

Semoga aja mereka akur :’)
Karena ga setiap tanaman akan akur, kalau ditanam berdekatan :”
Penasaran? Nantikan kelanjutannya 😊

Saniya Rozanah Khoiriyyah
1177060073

Gabut? Bertani yuk!


Halo petani milenial~
Sekarang lagi zamannya isolasi di rumah ya. Yang biasanya beraktifitas diluar, bercengkrama dengan teman, ngantor, atau bahkan sekedar membeli makanan di kedai favorit. Kini harus stay di rumah, sampai bingung harus melakukan apa.
Tenang..
Biar ga gabut mending kita bertani di rumah 😊 manfaatnya banyak loh, dari mulai menambah bahan makanan, mempercantik rumah bahkan menjaga ketenangan psikis kita.
“tapi harus mulai darimana?”
“aku harus ngapain?”

Oke, kita mulai dari yang mudah dulu~
Pertama kalian harus memiliki bahannya dulu (yaiyalah ya)
Bahan yang dipersiapkan tanah, pupuk kandang (aku pake kotoran kambing), polybag atau pot atau wadah yang tidak terpakai, and last one benih

Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu membuat media tanam. Caranya kita campurkan tanah dan pupuk kandang, perbandingannya aku pakai 2:1. Perbandingan ini bias kita ubah ko, disesuaikan dengan kondisi tanah yang kamu punya.

Kamu juga bisa menambahkan sekam bakar ke media ini.
Arang sekam ternyata bisa menambah pengikatan air di media, jadi media ga gampang kering. Selain itu dapat menjaga kestabilan tekstur tanah, so kamu ga perlu ubek-ubek tanah lagi biar gembur :’) dan masih banyak lagi manfaat dari arang sekam.

Nah setelah semua bahan media dicampur rata, tambahkan air secukupnya sampai media tersebut agak basah. Kamu bias pake feeling untuk step ini.

Setelah itu masukan media ke dalam polybag atau wadah yang kamu punya. Jangan terlalu sedikit ya, kasihan tanamannya :’ tapi jangan terlalu banyak juga, kasihan kamunya :’)
Nah habis itu, kita sebar deh benih yang kita punya. Sebenarnya teknik penanaman ini ada beberapa.
  • Sebar Benih; teknik ini dipakai untuk benih yang kecil sangat, seperti bayam, selada dan lainnya.
  • Sebar Alur; hampir sama dengan benih sebar hanya saja teknik ini disebar diatas alur yang dibuat terlebih dulu, biasanya teknik ini dipakai di lahan. Contohnya benih wortel.
  • Tugal; nah teknik ini dilakukan dengan cara menanam di lubang tanam dan menggunakan jarak tanam tertentu, sesuai komoditas yang ditanam. Contoh benihnya adalah jagung, kacang tanah dan benih lain yang berukuran besar.

Sesudah kamu tanam benihnya, kita rawat deh pakai hati pakai perasaan. Yaa seperti ngurus bayi lah ya heehe

Dan ini bayi eh tanaman ku setelah 6 hari ku tanam

Selamat mencoba 😊

Saniya Rozanah Khoiriyyah
1177060073