Tampilkan postingan dengan label 1177060096. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1177060096. Tampilkan semua postingan

BUDIDAYA TANAMAN SELADA (Bagian 4)


(Lanjutan)

Hari ini, selada yang saya tanam berusia 21 HST.  Sedikit flashback minggu lalu, tanaman selada sempat mengalami layu kemungkinan salah satunya dikarenakan hujan deras yang bisa dibilang sering.

Tanaman selada perlu adanya perawatan, diantaranya penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan dua kali sehari bila tidak ada hujan yaitu pagi dan sore. Tidak direkomdasikan penyiraman yang dilakukan pada siang hari, karena suhu pada siang hari itu lumayan tinggi sehingga ketikan dilakukan penyiraman pada tanaman, tanaman akan mengalami stress dan layu.

Tanaman selada yang sudah berusia 2 minggu, dapat diberi pupuk susulan apabila tanaman kurang subur. Tidak diberikannya pupuk susulan, kemungkinan salah satu penyebab tanaman selada pada minggu lalu kurang mengalami pertumbuhan yang signifikan dan layu. Oleh karena saya tidak memiliki pupuk, saya mensiasatinya dengan pemberian EM4 langsung pada tanaman. 


Manfaat EM4 (tercantum dalam kemasan produk) diantaranya
  1. Memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah
  2. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
  3. Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organic tanah dengan cepat (bokashi)
  4. Menyediakan unsuk hara yang dibutuhkan tanaman
  5. Meningkatkan keragaman mikroba di dalam tanah
Manfaat EM4 dengan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi secara langsung berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Sifat tanah yang semakin baik, maka unsur hara dan mikroorganisme pada tanah akan beragam sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman. Dosis yang diberikan pada saat penyiraman usia 14 HST yaitu 1-2 liter/ha dilarutkan dalam air 100-200 liter. Penyiraman dengan campuran EM4 dilakukan setiap 1-2 minggu sekali pada tanah dan tanaman.


Setelah dilakukan penyiraman dengan campuran EM4, keesokan harinya tanaman terlihat segar. Pada usia 21 HST, tanaman selada memiliki tinggi tanaman 7-8 cm. Hingga saat ini tanaman tidak terserang hama maupun penyakit, pun dengan gangguan gulma.
Nantikan pertumbuhan tanaman selada ku selanjutnya 😍

Zohratun Firdaus
[1177060096]

Budidaya Tanaman Selada (Bagian 3)

(Lanjutan)


Tepat hari ini, tanaman selada sudah berumur 14 HST, setelah minggu kemarin sudah mengalami tahap persemaian. Tidak banyak terlihat pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman selada, tinggi tanaman hanya bertambah 1 hingga 2cm. pada bagian batang, tmengarami rapuh dan layu, Hal ini dikarenakan oleh cuaca yang sering mangalami hujan sehingga adanya tekanan yang tingga dan menyebabkan batang rapuh. Pada bagian daun, tidak terjadi penambahan helainya.

Tanaman merupakan makhluk hidup yang harus dengan sabar merawatnya :)

Zohratun Firdaus (1177060096)

Budidaya tanaman Selada (Bagian 2)

(Lanjutan)
Minggu lalu mulai dilakukannya persemaian benih selada dengan cara ditebar. dalam proses persemaian mulai dilakukannya pemeliharaan diantaranya yaitu dilakukannya penyiraman untuk menjaga kelembaban, pastikan tanaman mendapatkan cahaya yang cukup, karena cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Sedikitnya cahaya dapat berpotensi tanaman untuk etiolasi, pertumbuhan tanaman akan cepat di tempat yang minim cahaya, namun kondisi tanaman lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Oleh karena itu dibutuhkannya cahaya yang cukup untuk menunjang pertumbuhan tanaman agar tetap seimbang.

7 HST

7 HST

Pada usia 7 HST tanaman selada, terjadi pertumbuhan dan perkembangan yaitu dengan munculnya akar, batang dan daun. Pertumbuhan pada batang rata-rata 1-2 cm, sedangkan pada daun terdapat 2-3 helai.


Tanaman mengajarkan kita untuk berproses, menikmati setiap tahapnya. Jika proses yang kita jalani itu terlewatkan dengan baik maka akan menghasilkan hasil dan produk yang baik pula. Tapi ingat, tanaman akan tumbuh dan berproses di lingkungan yang mendukung ia tumbuh. KEEP IT UP!😀

BUDIDAYA TANAMAN SELADA


(Bagian 1)

Selada (Lactuca sativa L) adalah tanaman yang termasuk dalam famili Compositae (Sunarjono, 2014). Sebagian besar selada dimakan dalam keadaan mentah. Selada merupakan sayuran yang populer karena memiliki warna, tekstur, serta aroma yang menyegarkan tampilan makanan. Tanaman ini merupakan tanaman setahun yang dapat di budidayakan di daerah lembab, dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi. Pada dataran tinggi yang beriklim lembab produktivitas selada cukup baik.

Budidaya selada mudah dilakukan dalam skala besar maupun kecil. Budidaya selada skala kecil dapat dilakukan secara sederhana di rumah. Alat dan bahan yang harus dipersiapkan diantaranya:

1. Tanah: Sebagai media tanam
2. Polybag: Sebagai tempat media tanah
3. Pupuk kandang: Sebagai pupuk dasar
4. Air: Untuk menyiram tanaman


Hal yang harus dilakukan dalam budidaya tanaman selada skala kecil, diantaranya:
a)      Menyiapkan media tanam



Media tanam merupakan media atau bahan yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman, khususnya pada akar. Media yang bertekstur ringan dapat menciptakan kondisi aerasi dan drainase yang baik, sehingga dapat mendukung pertumbuhan akar (Soegiman, 1993). Pemilihan media tanam yang digunakan berpengaruh pada porositas yang baik, pH, tekstur, dan daya simpan air yang baik.

Media tanam yang digunakan pada praktikum ini yaitu tanah dan pupuk kandang, dengan rasio 1:1. Kemampuan tanah menyediakan unsur hara ditentukan oleh kandungan bahan organik tanah. Kandungan unsur hara yang lengkap pada pupuk kandang yaitu natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) dapat berpengaruh baik bagi pertumbuhan tanaman selada. Tingginya bahan organik tanah dapat mempertahankan kualitas fisika tanah untuk membantu perkembangan akar tanaman dan kelancaran pergerakan air tanah melalui pembentukan pori tanah dan kemantapan agregat tanah (Hairiah, 2000). Pemberian pupuk kandang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah.

a)      Persemaian
Setelah menyiapkan media tanam, hal yang dilakukan yaitu menyemai benih tanaman selada. Persemaian dilakukan pada media tanah dan pupuk kandang. Semai benih selada dengan cara disebar secara merata pada media semai. Beri naungan pada tempat semai, sehingga cahaya yang didapatkan minim. Pada saat persemaian, pastikan cahaya yang didapatkan cukup, karena jika kekurangan cahaya dapat menyebabkan tanaman mengalami etiolasi. Etiolasi merupakan pertumbuhan tanaman yang sangat cepat di tempat gelap namun kondis tanaman lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tanaman tampak pucat. Pada persemaian selada, bibit siap pindah tanam ketika daun berjumlah sekitar 4-5 helai.

 Zohratun Firdaus
1177060096

Sumber:
Hairiah, K.2020. Pengelolaan Tanah Masam Secara Biologi: Pengalaman dari Lampung Utara. Jakarta: SMT Grafika Desa Putera. 77-70 hal.
Sunarjono, H. 2014. Bertanam 36 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta. 204 hal.
Soegiman.1993. Ilmu Tanah. Bhrata Karya Aksara. Jakarta