Tampilkan postingan dengan label 1177060091. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1177060091. Tampilkan semua postingan

PENYIRAMAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum)


PENYIRAMAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum)




Halloo temen-temen..
Ketemu lagii yaa, nah kali ini kita akan membahas tentang perawatan tanaman cabai. Persiapan tanam, pengolahan tanah, persemaian dan tanam cabe yang sudah baik akan menjadi tidak ada artinya tanpa dibarengi dengan perawatan tanaman yang baik. Perwatan tanaman yang baik sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya cabai. Perawatan tanaman cabai dimulai sesaat setelah tanam di polybag sampai tanaman berbuah dan panen.
Salah satu yang menjadi kegiatan perawatan pada tanaman cabai adalah penyiraman. Penyiraman dilakukan untuk mencegah terjadinya kekeringan pada tanaman cabai juga mencegah keterlambatan pertumbuhan (kerdil). Selain itu air merupakan zat pelarut dan pengangkutan unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman sehingga proses penyerapan dan pengangkutan zat-zat nutrisi dapat berlangsung lancer. Air juga dapat menjaga kelembaban dan suhu tanah, menjadi salah satu bahan fotosintesis dan membantu proses respirasi aerob bagi tanaman, air sebagai bahan pembentuk hormon (fitohormon) dan enzim bagi tanaman, dan menjaga tekanan turgor sel tanaman, sehingga tanaman cabai lebih kokoh dan tahan lama.
Penyiraman yang tepat adalah sesuai dengan kapasitas lapang, tidak berlebih dan tidak kekurangan. Karena apabila terlalu berlebih pada penyiraman akn membuat tanaman cabai membusuk karean terlalu basah, yang kemudian menjadi inang untuk pertumbuhan penyakit tanaman.
Penyiraman sebaiknya menggunakan air bersih yang bebas dari polutan dan senyawa kimia. Penyiraman tanaman cabai dapt dilakukan 1-2 kali sehari tergantung musim dan teknis budidayanya. Pada musim kemarau penyiraman dilaukukan 1-2 kali sehari, pagi dan sore hari, tetapi pada musim hujan cukup 1 kali sehari pada sore hari. Penyiraman tanaman cabai ada banyak cara dan system yang dapat digunakan, tergantung kondisi lahan dan biaya investasi yang akan dikeluarkan. Karena pada budidaya cabai saat ini dilakukan pada skala rumahan, cara penyiramaan yang diperlukan juga sangat mudah, cukup menggunakan gayung atau wadah lainnya yang dapat menampung air secukupnya.
Adapun berikut frekuensi dan dosis penyiraman tanaman cabai sesuai umurnya :

Umur Tanaman
Frekuensi Penyiraman
Dosis Penyiraman
1-20 hari setelah tanam
1-2 kali sehari
½ gayung (± 750 ml)
21-60 HST
1 kali sehari
1 gayung (1,5 liter)
≥60 HST
Tentatif
Tentatif

Jadi apabila tata cara penyiraman tanaman cabai ini dilakukan dengan benar, maka dapat dipastikan tanaman cabai akan subur. Yang paling penting untuk anda cermati adalah pada bagian pemilihan jenis air yang digunakan untuk menyiram tanaman cabai. Sebaiknya air yang anda gunakan adalah air yang benar-benar sesuai dengan petunjuk diatas.
 


Yulia Putri Fitriani
1177060091

BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH #DIRUMAHAJA

BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH
#DIRUMAHAJA


Pertanaman cabai kalian kurang optimal nih padahal media tanam sudah baik dan perawatan juga sudah dilakukan dengan baik, apalagi pada masa persemaian pertumbuhannya sangat lama. Kenpa sii bisa gitu, nah hal itu bisa terjadi karena benih yang kita gunakan. Yuu kita coba menerapkan teknik pemeliharaan persemaian cabai.
Pada proses budidaya cabai yang dilakukan pertumbuhan tanaman cabai sangat lambat, hal ini disebabkan karena salah satu faktor utama yakni benih cabai yang digunakan. Benih cabai yang digunakan pada budidaya cabai kali ini benih cabai yang langsung dari buahnya, kemudian disemai tanpa dikeringkan terlebih dahulu. Kenapa benih basah pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan benih yang dikeringkan terlebih dahulu, karena benih yang di keringkan terjadi pengurangan kadar air pada benih yang dapat meningkatkan viabilitas benih. Itulah yang menyebabkan benih basah lebih lambat berkecambah.
Jadi untuk teman-teman di rumah yang ingin budidaya cabai sendiri, apabila benih yang digunakan berasal langsung dari buah cabainya sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu agar pertumbuhan kecambahnya dapat optimal. Proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan penjemuran dibawah sinar matahari. Akan tetapi perlu diingat juga pengeringan jangan terlalu lama karena jika benih memiliki kadar air yang terlalu rendah maka viabilitasnya juga akan menurun.
Syarat dari pengeringan benih adalah evaporasi uap air dari permukaan benih harus diikuti oleh perpindahan uap air dari bagian dalam ke bagian permukaan benih. Jika evaporasi permukaan terlalu cepat maka tekanan kelembaban yang terjadi akan merusak embrio benih dan menyebabkan kehilangan viabilitas benih. Untuk pengeringan biji yang dipergunakan sebagai sebagai benih harus diperhatikan temperature udara sebaiknya antara 32o- 43oC (90o± 110oF). Bila pada pengeringan benih digunakan temperature udara yang tinggi maka pengeringan akan berlangsung cepat.

 

Benih cabai 20 HSS (hari setelah semai), terlihat pada umur setelah 20 hari pertumbuhannya masih sangat kecil.
Jadi jangan lupa yaa temen-temen... selamat mencoba....

yulia putri fitriani
1177060091

PERAWATAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum) DIRUMAH





PERAWATAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum)
DIRUMAH

Setelah satu minggu kebelakang kita membuat media tanam dari campuran tanah dan kotoran kambing, dan dari hasil pertumbuhan belum menunjukan kehadiran dari benih cabainya, tapi jangan risau teman-teman, ternyata tidak dapat dipungkiri bahwa kotoran kambing ini memberikan hasil yang baik sekali. Pada minggu ini kita akan update nih pertumbuhan dari benih cabainya.



Nah kedua polybag tanaman cabai diatas berumur 14 HST. Jangan salah loh temen-temen tanaman cabainya dapat tumbuh tidak hanya didukung dari media tanamnya saja tapi juga bagaimana kita merawatnya setiap hari, nah bagaimana sih perawatan yang baik bagi tanaman cabai agar dapat tumbuh dengan baik.
Karena ukuran tanaman sendiri masih kecil maka perawatan yang diperlukan tidak terlalu susah hanya penyiraman dan penyiangan saja. Untuk penyiraman sendiri dapat dilakukan 1 hari sekali pada waktu pagi hari atau sore hari. Selain itu juga harus memperhatikan kondisi tanahnya jika tanah terlalu kering maka dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Selanjutnya penyiangan, untuk kegiatan ini dapat dilakukan ketika sudah banyak gulma yang tumbuh di pertanaman cabai. Penyiangan sendiri dilakukan agar tanaman cabai tidak terganggu dan tidak terjadi kompetisi perebutan hara dengan gulma.

Nah tidak sulit bukan, jadi ayoo kita bareng-bareng bercocok tanam di rumah. Untuk update pertumbuhan selanjutnya kita ketemu lagi minggu depan yaa


Yulia Putri Fitriani
1177060091

PENGGUNAAN KOTORAN KAMBING SEBAGAI PUPUK ORGANIK PADA BUDIDAYA TANAMAN CABAI ( Capsicum annum)


         PENGGUNAAN KOTORAN KAMBING SEBAGAI PUPUK ORGANIK PADA BUDIDAYA TANAMAN CABAI ( Capsicum annum)

     Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani sebelum diterapkannya revolusi hijau. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis dalam penggunaanya, jumlah jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya pun relatif murah, dan mudah diperoleh. Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.
     
      Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Sumber pupuk organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan bahan limbah kota (sampah).
     
    Kotoran kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan kandungan unsur haranya tinggi karena bercampur dengan urinnya seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) serta unsur hara mikro diantaranya, kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, dan tembaga yang dibutuhkan tanah untuk kesuburan.
     
     Pada budidaya cabai kotoran kambing dapat digunakan sebagai pupuk dasar, dimana pupuk dibelikan pada saat penolahan media tanam atau sebelum benih cabai di tanam. Pada dasarnya tanaman cabai membutuhkan kalium yang tinggi agar kualitas buahnya baik. Tapi yang perlu diingat bahwa kotoran kambing yang telah didekomposisi dahulu yang dapat bermanfaat untuk tanaman cabai. Karena kompos kotoran kambing sudah ada hara yag tersedia bagi tanaman, aktivitas bakteri pengurai pun sudah menurun dan sudah melepaskan haranya. Penggunaan kotoran kambing sebagai media tanam pada budidaya cabai digunakan perbandingan antara tanah 2: kotoran kambing 1.



     Pada budidaya yang dilakukan pertumbuhan tanaman cabai tidak menunjukan pengarung nyata dari penggunaan pupuk kandang ini, hal ini dapat disebabkan karena kandungan unsur hara berupa NPK yang ditambahkan belum cukup tersedia sehingga serapan oleh akar tidak optimal. Selain itu benih yang digunakan merupakan benih basah, dimana benih yang berasal dari buah cabainya langsung sehingga vigor benihnya tidak optimal atau tidak baik.

Tanaman Cabai 0 HST

Tanaman Cabai 6 HST

Yulia Putri Fitriani
1177060091