Tampilkan postingan dengan label 1177060095. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1177060095. Tampilkan semua postingan

BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG (Ipomea reptans) BERSKALA RUMAHAN (part IV)


Perkembangan dan pertumbuhan praktik budidaya tanaman kangkung yang saya lakukan saat ini menurut saya cukup lambat. Hal ini di buktikan dengan membandingkan parameter minggu kemarin dengan minggu ini yaitu ketinggian juga lebar batang yang lambat sekali dalam berkembang yang dapat dilihat pada tabel.
No.
Tanaman kangkung
Tinggi (cm)
Lebar batang (mm)
Jumlah daun
1.       
1
11
2
8
2.       
2
13
2
6
3.       
3
8
2
7
4.       
4
12,5
2
6











Mungkin menurut saya, penyebab terjadinya lambatnya perkembangan pertumbuhan tanaman kangkung yang saya budidayakan di pekarangan rumah akibat nutrisi tanah. Kurangnya unsur hara dalam tanah pada saat tahap awal menjadi penyebab lambatnya perkembangan pertumbuhan tanaman kangkung saya. Keterbatasan bahan ketika olah lahan terjadi karena dalam mencari bahan yang diperlukan sedikit terhalang yaitu adanya social distancing ini. Tapi alasan tersebut tidak bisa menjadi fokusnya. Untuk saat ini solusinya yaitu dengan pemberian kembali pupuk agar tanaman kangkung dapat berkembang dan tumbuh dengan baik. Pemberian pupuk ini bisa dengan pupuk kandang ataupun pupuk NPK.
Dalam perawatan yang dilakukan yaitu hanya dilakukan penyiraman rutin disaat pagi hari dan sore hari.


Ziza Adisty | 1177060095


BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG (Ipomea reptans ) BERSKALA RUMAHAN (Part III)


Saat ini saya akan menyampaikan perkembangan praktik budidaya tanaman kangkung yang saya lakukan dipekarangan rumah. Waktu terus berjalan yang tentunya tanaman kangkung yang dibudidayakan pastinya akan berkembang tumbuh tinggi. Saat ini, tanaman kangkung sudah 19 HST. Perkembangan dan pertumbuhan tanaman kangkung dapat dilihat secara fisik yaitu bertambahnya tinggi, lebarnya batang serta jumlah daun yang tumbuh. Perkembangan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
No.
Tanaman kangkung
Tinggi (cm)
Lebar batang (mm)
Jumlah daun
1.       
1
10,7
2
5
2.       
2
6,5
2
6
3.       
3
8
2
4
4.       
4
6
2
5


Gambar 1 . Tanaman Kangkung 19 HST

Beberapa waktu lalu tepatnya pada 15 HST, tanaman kangkung ini dilakukan pemberian pupuk urea (Nitrogen) dan phonska. Pemberian pupuk ini bertujuan untuk tanaman kangkung dapat tumbuh dan berkembang lagi dengan adanya nutrisi tambahan. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman kangkung dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya  adalah pemberian  pupuk dangan  jenis, dosis dan cara  yang tepat. Fungsi utama pupuk adalah menyediakan atau menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Unsur hara tersebut  kadang-kadang tersedia dalam  jumlah yang  sedikit,  bahkan tidak  tersedia sama sekali didalam tanah. Keadaan ini disebabkan karena kondisi tanah memang tidak mengandung unsur  hara, pemakaian  tanah  yang terus  menerus  tanpa adanya  perawatan,  dan pengolahan tanah yang salah (Harjana, 2016).
Pemberian nitrogen yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan sintesis protein, pembentukan klorofil yang menyebabkan warna daun menjadi lebih hijau dan meningkatkan ratio pucuk akar. Oleh karena itu pemberian nitrogen yang optimal dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman (Nur dan Thohari, 2005). Unsur P adalah unsur penting kedua setelah nitrogen yang berperan penting dalam fotosintesis, perkembangan akar, pembentukan bunga, buah dan biji (Simanungkalit, 2006).

Daftar pustaka
Simanungkalit, R.D.M. dan D.A. Suriadikarta. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor 10 pp.
Nur, S. dan Thohari. 2005. Tanggap Dosis Nitrogen dan Pemberian Berbagai Macam Bentuk Bolus terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Dinas Pertanian. Kabupaten Brebes.
Harjana, Dadan. 2016. Kandungan Gizi dan Manfaat Kangkung. Diakses pada 22 April 2020, dari http://manfaatnyasehat.blogspot.co.id/2014/01/kandungan-gizi-danmanfaat-kangkung.html



Ziza Adisty | 1177060095

BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG (Ipomea reptans ) BERSKALA RUMAHAN (Part II)


Aktivitas saat ini sangatlah terbatas, apalagi semenjak ada wabah covid-19 menjadi sulit melakukan kegiatan yang dilakukan diluar rumah. Untuk itu agar tidak bosan dirumah dapat dilakukan kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan, salah satunya yaitu dengan mencoba berkebun dipekarangan rumah.
Saat ini saya sedang melakukan praktik budidaya tanaman kangkung dipekarangan rumah. Budidaya yang saya lakukan sudah berjalan 12 HST. Pada hari ke-9 HST, tanaman kangkung dipindahtanam ke polybag yang medianya berisi campuran dari tanah, pupuk sapi dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Polybag yang digunakan berjumlah 2 buah dengan 4 tanaman kangkung per polybagnya. Jarak yang digunakan antar tanaman yaitu +-20 cm. tindakan pindah tanam ini bertujuan agar tanaman kangkung tumbuh leluasa terutama dalam penyebaran pertumbuhan akar tanaman kangkung. Untuk saat ini pertumbuhan tanaman kangkung yang saya budidayakan sudah memiliki tinggi rata-rata 7 cm.


Menurut saya, pertumbuhan tanaman kangkung yang saya budidayakan terlihat lambat. Hal ini dibuktikan dengan tinggi tanamannya. Pada 5 HST tinggi tanaman rata-rata 4 cm, sedangkan pada 12 HST tinggi tanaman rata-rata 7 cm. pertambahan tinggi tanaman kangkung hanya bertambah 3 cm. hal ini terjadi karena belum adanya pemberian nutrisi untuk pertumbuhan tanaman kangkung tersebut.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman :
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor ini memiliki peran masing-masing dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut adalah uraian kedua faktor ini dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Ø    Faktor Internal
1.    Gen
Gen merupakan substansi pembawa sifat yang diturunkan dari induk ke generasi selanjutnya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup dimana pada tanaman mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga, dan rasa buah. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Tanaman yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang cepat sesuai dengan periodenya.
Meskipun faktor dari gen sangat penting, namun faktor ini bukan satu-satunya yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di samping itu ada faktor lingkungan yang ikut berpengaruh. Misalnya pada tanaman yang memiliki sifat unggul, hanya dapat tumbuh dengan cepat, berbuah lebat, dan rasanya manis di lahan yang subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisinya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini tidak akan optimal.
2.    Hormon
Hormon merupakan zat yang berperan dalam mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun jumlahnya sedikit, hormon memberikan pengaruh nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman ada beragam jenisnya.
1.      Auksin, berperan untuk memacu proses pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel.
2.   Giberlin, berperan untuk pembentukan biji serta perkembangan dan perkecambahan embrio.
3.      Etilen, berperan untuk pematangan buah dan perontokan daun.
4.  Sitokinin, berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan akar dan cabang tanaman.
5.      Asam absisat, berperan untuk proses penuaan dan gugurnya daun.
6.      Kaolin, berperan untuk proses organogenesis tanaman.
7.      Asam traumalin, berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan.
Ø    Faktor Eksternal
1.      Nutrisi
Nutrisi merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas nutrisi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman membutuhkan nutrisi berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida diubah menjadi zat makanan. Zat hara tidak berperan langsung dalam proses fotosintesis, namun sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
2.      Cahaya Matahari
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tanaman sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang.
3.      Air dan Kelembaban
Air dan kelembaban merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Kelembaban mempengaruhi keberadaan air yang dapat diserap oleh tanaman mengurangi penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembaban juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
4.      Suhu
Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Contohnya pada padi yang ditanam pada awal musim kemarau dimana suhu rata-rata tinggi akan lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan dimana suhu rata-rata lebih rendah. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tanaman dipengaruhi oleh suhu.
5.      Tanah
Tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, air, dan derajat keasaman atau pH.
Sumber : Farming.id

Ziza Adisty
1177060095




BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG (Ipomea reptans ) BERSKALA RUMAHAN


    Saat ini keadaan lahan semakin sedikit, lahan besar diubah menjadi pemukiman warga dan tanpa adanya tanah terbuka di daerah rumah. Sehingga ketika ingin bercocok tanam atau memelihara tanaman terutama tanaman hortikultura cukup sulit dilakukan di rumah. Salah satu cara untuk melakukan budidaya tanaman di rumah yaitu dengan melakukan budidaya skala rumahan. Budidaya skala rumahan ini dapat dilakukan dengan menggunakan pot sebagai wadah media. Selain pot, bisa juga digunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang seperti botol bekas ataupun bahan plastic yang bisa dijadikan wadah media. Saya mencoba melakukan budidaya hortikultura dirumah 

      Untuk media yang digunakan yaitu tanah, pupuk kandang, pupuk sintetik dan arang sekam. Benih yang digunakan dapat dibeli di toko-toko benih tanaman. Disarankan benih yang dibudidayakan tidak memiliki akar yang terlalu besar dan lebar karena budidaya dilakukan di pekarangan rumah saja. Pada penyimpanan tanamannya sangat diperlukan sekali adanya cahaya matahari agar tanaman dapat berfotosintesis.
     
      Saat ini saya sedang melakukan budidaya hortikultura berskala rumahan yaitu dengan membudidayakan tanaman kangkung (Ipomea reptans). Yang pertama dilakukan yaitu menyediakan alat dan bahan seperti wadah , media, pupuk dan benih kangkung.  Setelah semuanya tersedia, terlebih dahulu saya melakukan pengujian kualitas benih kangkung yaitu dengan memasukan ke dalam air. Ketika benih mengambang ke permukaan air, benih tersebut memiliki kualitas yang kurang baik untuk ditanam, sehingga yang digunakan yaitu benih yang tenggelam. Setelah itu, dilakukan penyemaian benih kangkung pada baki dengan tebal tanah sekitar +-2cm. setelah itu disiram.

    Pada hari ke- 5 HST, rata-rata benih kangkung yang tumbuh memiliki tinggi 4 cm. menurut saya, pertumbuhan tanaman kangkung yang saya tanam sedikit lambat. Hal ini mungkin terjadi karena media yang digunakan hanya tanah tanpa adanya tambahan pupuk. Untuk itu ketika dipindah tanam, media sudah tercampur dengan pupuk kandang.

Ziza Adisty
1177060095