Tampilkan postingan dengan label 1177060089. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1177060089. Tampilkan semua postingan

HASIL (6-7 HARI STELAH PERSEMAIAN) 
PERLAKUAN PERENDAMAN BENIH CABAI DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SELAMA 12 MENIT
Nama : Yoga ALmuhyi, NIM. 1177060089 email : yogaalmuhyi99@gmail.com

Banten, 15 April 2020
Pada tanggal 8 April 2020 telah dibahas mengenai proses persemaian dalam menggunakan berbagai metoe dan perlakuan diantaranya yang telah dilakukan pengupasan, penjemuran, penyortiran, perendaman menggunakan ekstrak bawang merah selama 12 menit dan penyemaian. Maka temen-temen bisa nihh mempraktikannya di rumah untuk membantu penyediaan bumbu dapur hehe.
Selanjutnya kita bahas hasil dari persemaian Alhamdulillah pada tanggal 15 April hasil dari persemaian sudah mulai menujukan proses perkecambahan dengan menggunakan perlakuan perendaman ekstrak bawang merah selama 12 menit terhitung capat pertumbuhannya 6-7 hari setelah persemaian. Tidak lepas juga dengan ditempatkan pada dikondisi yang sesuai dengan  pertumbuhan semai tanaman cabai yaitu tidak terlalu panas (terkena sinar matahari secara berlebihan dan tidak terlalu lama ditenpat gelap juga. rata-rata tinggi tanaman 4-5 cm, berdaun apikal muda (2 - 4 daun muda). 



Rekomendasi temen temen bisa menggunakan penghadang atau menggunakan naungan alami atau buatan di bagian atas persemaian..

REFERENS
Alimudin, S. Melissa dan Ramli. 2017. Aplikasi pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa l.) terhadap pertumbuhan akar stek batang bawah mawar ( Rosa sp.) Varietas Malltic. Jurnal Agroscience. 7(1):194-202.
Ernawati, P. Rahardjo dan B. Suroso. 2017. Respon benih cabai merah (Capsicum annum L.) kadaluarsa pada lama perendaman air kelapa muda terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit. Jurnal Agritop. 15(1):71-83.

KHASIAT EKSTRAK BAWANG MERAH, UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT
Nama : Yoga ALmuhyi, NIM. 1177060089 email : yogaalmuhyi99@gmail.com
Banten, 28 April 2020
Pada tanggal 29 April 2020 telah dilakukan praktikum Budidaya Tanaman Hortikultura pengamatan pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai rawit hasil dari perlakuan perendaman benih cabai menggunakan ekstrak bawang merah selama 12 menit. Dari hasil pengmatan selama 15 hari benih cabai tumbuh secara serempak dengan ukuran yang hampir rata-rata 6-7 cm. nahh sangat rekomendasi banget menggunakan perlakuan perendaman benih cabai rawit kedalam ekstrak bawang merah. Hasil yang diperoleh dalam pengamatan kali ini diantaranya :

Pertumbuhan
Perkembangan
Tinggi tanaman diperoleh secara rata-rata 5-6 cm, bertambannya jumlah 4-5 helai daun apikal muda,
Peroses menguatnya batang tanaman cabai, perubahan warna tanaman yang awalnya hijau muda-hijau pekat. Dan disertai pertumbuhan daun lateral.

Hasil persemaian selama 15 Hari (pertumbuhan serempak) 

Aklimatisasi dilakukan pada media tanam di poly bag dengan perbandingan media tanah dan sekam bakar (1:1) pada usia 21 HST dengan harapan cabai dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Nahh semoga dengan melakukan kegiatan penanaman temen-temen dapat mencukupi kebutuhan dapur sehingga meminimalisir pengeluaran harian.

REFERENS
Alimudin, S. Melissa dan Ramli. 2017. Aplikasi pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa l.) terhadap pertumbuhan akar stek batang bawah mawar ( Rosa sp.) Varietas Malltic. Jurnal Agroscience. 7(1):194-202.
Ernawati, P. Rahardjo dan B. Suroso. 2017. Respon benih cabai merah (Capsicum annum L.) kadaluarsa pada lama perendaman air kelapa muda terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit. Jurnal Agritop. 15(1):71-83.


HASIL (14 HARI STELAH PERSEMAIAN) DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN BENIH CABAI DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SELAMA 12 MENIT


HASIL (14 HARI STELAH PERSEMAIAN) DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN BENIH CABAI DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SELAMA 12 MENIT
Nama : Yoga ALmuhyi, NIM. 1177060089 email : yogaalmuhyi99@gmail.com

Banten, 22 April 2020

Pada tanggal 8 dan 15 April 2020 telah dibahas mengenai proses persemaian dalam menggunakan berbagai metoe dan perlakuan diantaranya yang telah dilakukan pengupasan, penjemuran, penyortiran, perendaman menggunakan ekstrak bawang merah selama 12 menit dan penyemaian. Maka temen-temen bisa nihh mempraktikannya di rumah untuk membantu penyediaan bumbu dapur hehe.
Selanjutnya kita bahas hasil dari persemaian Alhamdulillah pada tanggal 22 April hasil dari persemaian sudah mulai menujukan proses perkecambahan dengan menggunakan perlakuan perendaman ekstrak bawang merah selama 12 menit terhitung capat pertumbuhannya 14 hari setelah persemaian. Tidak lepas juga dengan ditempatkan pada dikondisi yang sesuai dengan  pertumbuhan semai tanaman cabai yaitu tidak terlalu panas (terkena sinar matahari secara berlebihan dan tidak terlalu lama ditenpat gelap juga. tumbuh daun apikal muda yang berukuran cukup besar pada pertumbuhan sebelumnya, dan jumlah daun 4-6 daun apikal muda. Rekomendasi temen temen bisa menggunakan penghadang atau menggunakan naungan alami atau buatan di bagian atas persemaian.

HASIL PERSEMAIAN BENIH CABAI MERAH DENGAN PERLAKUAN EKSTRAK BAWANG MERAH SELAMA 12 MENIT

HASIL 6-7 HARI SETELAH PERSEMAIAN
Sumber : Dokumentasi pribadi (muncul tunas apical tanaman cabai rawit)

PENUTUP 
Persemaian benih cabai rawit dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya : penupasan, penjemuran,penyortiran benih, perendaman ekstrak bawang merah, peroses persemaian mengunkan media : tanah, sekam, pupuk kandang ayam (1 : 1 : 1) pada pot, yang bertujuan menghasilkan bibit tanaman cabai rawit yang baik dengan melalui peroses perlakuan tersebut. Dengan memproduktifitaskan area lingkungan rumah ditanami tanaman hortikultura, salah satunya cabai rawit. Diharapkan dapat memberikan pasokan bumbu untuk kebutuhan sehari – hari serta menjaga area lingkungan agar tetap hijau dan sehat dan menunjang indahnnya areal lingkungan rumah dengan ditata serta dikelola dengan baik.

REFERENSI
Alimudin, S. Melissa dan Ramli. 2017. Aplikasi pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa l.) terhadap pertumbuhan akar stek batang bawah mawar ( Rosa sp.) Varietas Malltic. Jurnal Agroscience. 7(1):194-202.
Ernawati, P. Rahardjo dan B. Suroso. 2017. Respon benih cabai merah (Capsicum annum L.) kadaluarsa pada lama perendaman air kelapa muda terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit. Jurnal Agritop. 15(1):71-83.

PERSEMAIAN BENIH CABAI RAWIT (Capsicum frutescens) SEKALA RUMAHAN DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN EKSTARK BAWANG MERAH (Allium cepa L.)





PENDAHULUAN
Cabai rawit (Capsicum frutescens) termasuk dalam family Solanaceae yang termasuk tanaman hortikultura tahunan dapat hidup 2 – 3 tahun apabila dipelihara dengan baik serta kebutuhan haranya tercukupi. Tanaman capabai mudah dibudidayakan diberbagai tempat baik dimusim hujan maupun musim kemarau dan cabai rawit lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan tanaman cabai lainnya. Sehingga cocok di budidayakan dalam sekala rumahan untuk menunjang kebutuhan dapur sekaligus memproduktifitaskan area lingkungan rumah dengan ditanami tanaman hortikultura, salah satunya cabai rawit.
Penanaman cabai rawit pada praktikum kali ini dilakukan pada poly bag ukuran 26 x 30 cm  dengan media persemaian tanah dan pupuk kandang ayam (1 : 1). Sebelumnya dilakukan peroses penyortiran benih cabai dengan cara direndam dalam air untuk memisahkan benih yang berkualitas dengan benih yang sudah hampa atau kosong. Selanjutnya perlakuan perendaman benih cabai rawit kedalam ekstrak bawang merah selama 12 menit yang bertujuan untuk mempercepat perkecambahan akar benih cabai rawit saat pada media persemaian. Umur persemaian benih kali ini baru berumur 4 hari sehingga perkecambahan benih cabai rawit belum terjadi.

PEMBAHASAN
Cabai rawit (Capsicum frutescens) termasuk dalam family Solanaceae yang termasuk tanaman hortikultura tahunan dapat hidup 2 – 3 tahun apabila dipelihara dengan baik serta kebutuhan haranya tercukupi, berikut kelasifikasi tanaman cabai rawit.
Kingdom         : Plantae
Class                : Magnoliopsida
Order               : Solanales
Family             : Solanaceae
Genus              : Capsicum
Species            : Capsicum frutescens 
Persemaian merupakan tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih atau bagian tanaman lain menjadi bibit siap ditanam ke lapangan. Benih yang bermutu juga dapat mengalami penurunan kualitas akibat penyimpanan yang kurang tepat atau benih telah melampaui masa hidupnya (kadaluarsa) (Ernawati et al., 2017). Invigorasi merupakan suatu proses yang dilakukan untuk memperbaiki vigor benih yang telah mengalami deteriorasi atau kemunduran. Terjadi peningkatan kecepatan dan keserempakan perkecambahan serta pengurangan tekanan lingkungan yang kurang menguntungkan selama proses invigorasi. Pada proses invigorasi, selain dapat mengendalikan air masuk ke dalam benih juga dapat ditambahkan zat pengatur tumbuh (Ernawati et al., 2017). 
Pada praktikum kali ini persemaian benih cabai rawit dilakukan melalui beberapa tahapan perlakuan diantaranya :
·      Proses pengupasan buah cabai dari cabai induk dimana kami mengambil benih pada cabai yang sudah matang dan berukuran besar,
·        Kemudian dijemur untuk menghilangkan ledir pada benih selama 1 hari,
·     Pernyortiran benih cabai dengan digenangkan dalam air bersih untuk memisahkan benih yang berisi dengan yang hampa atau kosong,
·      Proses perendaman benih cabai pada ekstrak bawang merah selama 12 menit, bertujuan memicu percepatan perkecambahan benih cabai pada saat proses persemaian, Bawang merah (Allium cepa L.) mengandung hormon auksin dan giberelin sehingga dapat digunakan sebagai salah satu zat pengatur tumbuh alami. Pertumbuhan pada daun maupun batang distimulir oleh hormon giberelin (Marfirani et al., 2014). Auksin sebagai salah satu zat pengatur tumbuh yang memacu perkembangan akar dibutuhkan tanaman untuk mempercepat dan memaksimalkan pertumbuhan (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996).
·    Peroses penyemaian dilakukan pada media tanah dan pupuk kandang ayam (1 : 1) pada pot berukuran 26 x 30 cm. peroses persemaian benih cabai baru berumur 4 hari sehingga  benih cabai belum terlihat peroses perkecambahannya.




Yoga Al- Muhyi
1177060089