Tampilkan postingan dengan label 1177060082. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1177060082. Tampilkan semua postingan

BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans) DI RUMAH (Minggu ke-4)


Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa pemberian pupuk urea pada 15 hst berpengaruh nyata pada umur 20 hst dan semakin mengalami peningkatan hingga umur 27 hst. Begitu pula berpengaruh terhadap jumlah daun. Dapat dilihat pada tabel 1 yang memuat tinggi tanaman kangkung dan jumlah daun.
No.
Tanaman Kangkug
Tinggi (cm)
Jumlah Daun
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
11
12
9
11
10
11
12
9
11
10
Tabel 1. Hasil Pengamatan Tanaman Jagung 27 hst

Gambar 1. Tanaman kangkung 27 hst

Adanya pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun diduga karena pupuk urea yang diberikan, digunakan tanaman dengan baik, sehingga unsur nitrogen tersebut dapat diserap tanaman dan proses metabolisme tanaman akan jadi semakin baik yang menyebabkan terpacunya pertumbuhan tanaman kangkung.
Hal ini sesuai dengan fungsi N yang merupakan penyusun penting senyawa asam amino, amida, nukleotida dan nucleoprotein. N penting untuk pembelahan dan pengembangan sel sehingga kekurangan unsur N akan mengakibatkan pengurangan berat kering yang menyebabkan tanaman kerdil. Nitrogen juga penting sebagai penyusun klorofil sehingga kekurangan unsur N berakibat daun berwarna kuning.
            Pemberian pupuk urea dalam tanah mempengaruhi sifat kimia dan hayati (biologi) tanah. Fungsi kimia  dan  hayati yang  penting diantaranya  adalah sebagai  penukar ion  dan  penyangga kimia, sebagai gudang hara N, P, dan S, pelarut fosfat dengan jalan kompleksasi ion Fe dan Al dalam tanah dan sebagai sumber energi mikroorganisme tanah (Notohadiprawiro, 2001).
            Unsur  hara  mikro  yang  terdapat  dalam  pupuk  urea  sangat  berpengaruh  terhadap pertumbuhan tanaman. Dijelaskan oleh Novizan (2005) bahwa unsur hara mikro juga merupakan bagian  dari  unsur  hara esensial  yang  harus  ada  dan  mempengaruhi  pertumbuhan  tanaman, khususnya  pada  reaksi-reaksi  kimia  dalam  proses  fisiologi  tanaman,  yaitu  sebagai  aktivator enzim pada proses fotosintesis, respirasi, pembelahan sel, serta pembentukkan hormon hormon tumbuh.
            Dengan demikian pemberian pupuk susulan berupa urea sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung pada 27 hst.

DAFTAR PUSTAKA
Novizan. 2007. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Notohadiprawiro, T. 2001. Tanah dan Lingkungan. Dirjen Pendidikan Tinggi. Depdikbud. Jakarta. Hal 34.
Simon, dkk. 2018. Kajian Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung (Ipomea reptans Poir) Pemberian berbagai Jenis Pupuk Organik dan Pupuk N. Agricultural Reasearch Journal. Vol 14 No 2

Sri Nanda Alfiani (1177060082) 
            

BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans) DI RUMAH (Minggu ke-3)


BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans)  DI RUMAH (Minggu ke-3)

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kangkung dari 13 hst hingga 20 hst mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Dimana tinggi tanaman bertambah dan jumlah tangkai tanaman kangkung juga bertambah. Dapat dilihat pada tabel 1 yang memuat tinggi tanaman dan jumlah tangkai.
No.
Tanaman Kangkug
Tinggi (cm)
Jumlah Tangkai
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
7
9,5
8
10
8
9
9
8
9
9
Tabel 1. Hasil Pengamatan Tanaman Jagung 20 hst
Pertumbuhan tanaman kangkung ini didukung oleh pemupukan tanaman kangkung yang dilakukan pada 15 hst dengan pupuk urea. Hal ini sesai dengan penelitian Simon, dkk (2018) bahwa pemberian pupuk berpengaruh sangat nyata setelah umur tanaman 14 hst. Pemberian pupuk urea ini juga dikarenakan daun tanaman kangkung yang berwarna hijau pucat yang menandakan bahwa tanaman kekurangan unsur nitrogen.

Gambar 1. Pemberian pupuk urea pada tanaman 15 hst
Gambar 2. Tanaman kangkung 20 hst
Pemberian sumber N ini dapat memperbaiki pertumbuhan dan hasil produksi tanaman (Suratmi, 2009; Kusuma,2010). Penggunaan urea dengan kandungan 45% N baik untuk proses pertumbuhan tanaman khususnya tanaman yang dipanen daunnya. Selain itu, pupuk urea bersifat higroskopis dimana mudah larut dalam air dan cepat bereaksi, sehingga cepat pula diserap oleh akar tanaman. Dosis urea yang diaplikasikan pada tanaman akan menentukan pertumbuhan tanaman (Lingga dan Marsono, 2007).
Pemberian nitrogen yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan sintesis protein, pembentukan klorofil yang menyebabkan warna daun menjadi lebih hijau dan meningkatkan ratio pucuk akar. Oleh karena itu pemberian nitrogen yang optimal dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman (Nur dan Thohari, 2005). Pemberian nitrogen pada dosis yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan metabolisme tanaman, pembentukan protein, karbohidrat, akibatnya pertumbuhan dan produksi tanaman
meningkat (Lakitan, 2008).

DAFTAR PUSTAKA
Kusuma, M.E. 2010. Pengaruh dosis nitrogen dari tiga jenis pupuk hijau terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Media sains,Volume 2 Nomor 2, Oktober 2010.
Lakitan, B.  2008.  Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan.  Cet. V. Raja Grafindo Persada.  Jakarta.
Lingga, P dan Marsono.  2007.  Petunjuk Penggunaan Pupuk.  Penebar Swadaya.  Jakarta
Simon, dkk. 2018. Kajian Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung (Ipomea reptans Poir) Pemberian berbagai Jenis Pupuk Organik dan Pupuk N. Agricultural Reasearch Journal. Vol 14 No 2

Sri Nanda Alfiani (1177060082)